Bab 10 : Setangkai Bunga Harapan

3759 Kata

“Terus, Galuh masih marah?” Kaira mengatur barang-barang mereka di dalam kamar kecil itu sedemikian rupa. Beberapa tangkai bunga anggrek diletakannya di dalam vas, demi menambah nilai estetika. Asha cemberut, “Sepertinya sih, dia tidak ikut mengantarku ke bandara. Aku tidak mengerti dengan jalan pikirannya. Sekali marah, Galuh malah bersikap sangat menyebalkan.” Kaira geleng-geleng kepala, “Akan lebih baik kalau kau menceritakan kegiatan ini padanya. Bukankah sejak remaja kalian sudah terbiasa bekerja sama? Mungkin Galuh merasa kau melupakannya.” Asha menghela napas, menatap gelang kayu di pergelangan tangannya, merasa rindu kepada si pemberi. “Kali ini aku hanya ingin bekerja sendiri, Kai. Galuh terlalu banyak mengajari dan membantuku, itu alasanku untuk tidak memberitahukannya peri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN