Ketika pintu hati manusia telah tertutup rapat, maka tak ada yang bisa dilakukan seorang hamba selain menunggu sang pemilik kehidupan mengetuknya pelan-pelan untuk kembali terbuka. Sebuah batu bisa dibuat cekung permukaannya karena terus terkena tetesan air, dan maha besar Allah menciptakan manusia dari segumpal daging, bukan sebongkah batu—yang tentunya lebih mudah dilunakkan kekerasan hatinya, diluruskan kesalahpahamannya, serta dilapangkan jiwanya untuk memaafkan. Tak perduli seberapa lama penantian pintu yang hendak terbuka itu. Hujan di luar sana masih rintik-rintik. Bau tanah basah bersatu dengan pengapnya udara di dalam ruangan sempit itu. Yang biasanya dijadikan tempat bertemunya dua orang anggota keluarga. Saling berbagi kasih, kekuatan dan kerinduan. Tetapi situasi kali ini berb

