“Kau amat mengecewakanku, Galuh.” Dimas Hartanto duduk di kursi kerjanya dengan tampang dingin. Belum sempat Samananjung menarik napas setelah pendaratan, Dimas sudah memintanya untuk bicara empat mata. Sidang tertutup hanya antara dirinya dan orang tua angkatnya itu, Sam merasa dikerangkeng. “Kau hancurkan kepercayaanku.” Sambungnya. Sam memejamkan mata, itu kalimat yang tak pernah ingin didengarnya dari Dimas Hartanto. Ya, dia memang bodoh! Kalau saja Sam sempat bicara dengan Richard Garbakov, soal Ayahnya yang seorang Ilmuan sekaligus fasilitator bagi para peneliti, kalau saja dia tahu Mr. Old Garbakov adalah orang yang mendanai proyek baru Asha. “Seharusnya aku bisa mencegah Asha untuk pergi ke sana.” Kata Sam penuh sesal. “Bukan soal, Asha. Tapi kau!” Dimas menunjuk wajah Sam ga

