“Yakin mau ngajar di sana?” Hanifa ikut mengemasi barang-barang Asha ke dalam koper kecil. Asha tersenyum sambil menyelipkan Al-Qur’an dan buku tajwid di bagian paling atas bersama tiga buku bacaan lain. Undangan sebagai pengajar relawan dari Ponpes Darul Mu’min yang sudah di tanda tanganinya turut serta dimasukkan ke dalam resleting paling kecil. Asha tak perlu berpikir ulang buat setuju, kan? Kegiatan ini pasti akan sangat membantu untuk mengembalikan semangat hidupnya. Setelah kurang lebih setengah semester ‘dikurung’ Dimas Hartanto di rumah, Asha tentu butuh angin segar. “Iya, Ma. Aku mau hidupku sesuai fitrah Habluminallah wa hablumminannas seperti yang diajarkan dalam Islam. Bukan hanya berhubungan dengan Allah saja tapi juga, untuk menjalin hubungan baik dengan sesama manusia di m

