Bab 19 : Musuh Dalam Selimut

4737 Kata

Adrian berjalan dengan Asha, menenteng map berisi program kerja anggota organisasi fisikawan lima tahun ke depan. Tak patah arang membujuk Asha supaya bersedia menjadi salah seorang pengurus tetapnya. “Aku harap kau mau bergabung dengan FIO Universitas Indonesia dan ikut berkontribusi di dalamnya, kau tahu kami membutuhkan orang sepertimu. Kredibilitasmu tak perlu diragukan lagi, Sha.” Ujar Adrian. Asha tertawa kecil, pujian itu terlalu berat untuk disandangnya. “Aku pikir setiap orang punya kapasitas kredibilitasnya masing-masing, Ad. Hanum menurutku sangat mumpuni untuk menempati jabatan yang kau tawarkan itu, cerdas dan lulus dengan predikat cumlaude. Apalagi yang kurang?” Adrian mendesah, sejak presentasi di dalam ruang kuliah Asha selalu punya alasan untuk menolaknya. “Oke, aku tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN