Neta benar-benar tak bisa tidur, ia tak menduga jika Gunawan akan mengajaknya menikah, bagi Neta bukan hal yang mudah untuk menerima laki-laki sabar itu begitu saja, meski tak akan ada masalah besar lagi, tapi ia tetap harus berpikir bahwa menikah untuk keduanya kalinya akan jadi yang terakhir baginya. Gunawan duda dan dirinya janda, sama-sama pernah gagal, tak akan banyak kendala bagi Neta untuk menyesuaikan diri. Hanya harapan Neta semoga orang tua Gunawan tak seperti orang tua Lanang. Neta ngeri membayangkan akan mengalami nasib sama seperti perjalanannya dengan Lanang, belum apa-apa sudah dijegal oleh wanita yang telah melahirkan laki-laki itu, bagi Neta jika bermasalah sejak awal dengan ibu mertua maka biasanya akan sulit untuk berdamai sekalipun mereka kelak telah menjadi suami istr

