24

1236 Kata

"Dueh datang-datang kusut, makanya nikaaah." Neta meletakkan beberapa berkas di meja Abdi dan tanpa ba bi bu memukul dengan keras lengan sepupunya. "Gaya kamu Mas, mentang-mentang dah nikah, dikira gampang apa? Iya Mas enak balikan sama Mbak Re, aku piye? kan ini masih masa penyeleksian dan penyesuaian." Tawa Abdi terdengar keras. "Gayamu loh Net, sampai ada seleksi emang berapa orang yang sedang fit and proper test?" "Nggak segitunya juga kali Mas, Mas Gunawan bosnya si Rafli ngajak aku nikah, aku sebenarnya sih iya iya saja kalo sama dia kan orangnya easy going to, lah pas ini kok ya si Lanang juga ngajak nikah wong dulu ibunya jelas-jelas nolak aku, jandalah, inilah, nah sekarang kata Lanang ibunya dah nyerah jadi terserah dia, pancet ae aku gak mau, kalo ibunya bilang ke Lanang te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN