35

1115 Kata

Abdi terlihat mengeras rahangnya saat menerima informasi dari Gatot jika Burhan diijinkan berobat keluar negeri karena kondisi jantungnya yang semakin parah, ia benar-benar tak habis pikir bagaimana seseorang yang mempunyai kasus besar bisa lolos keluar negeri. "Bagaimana mungkin ini terjadi Pak?" "Ini diluar kuasa kami Pak Abdi." "Artinya kasus ini terhenti selama tersangka utama berobat? Bukan begitu Pak Gatot?" "Yah." Abdi menghempaskan punggungnya ke sandaran kursi di ruangan Gatot. "Satu hal yang saya minta, saya tetap ingin pengawalan pada Saudara Rafli dan istrinya, saya tetap khawatir pada keselamatan keduanya." "Baik, Pak, sekali lagi saya mohon maaf." Abdi mendengus kasar, ia kecewa karena seolah semuanya menjadi gelap dan tak ada jalan. Alangkah sulit mencari keadilan da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN