"Bener kan apa aku bilang? Mas ngeyel sih? Kalo udah kejadian baru ngomel-ngomel sendiri, lebih aman aku di rumah saja." Silvi langsung mengeluarkan uneg-unegnya begitu sampai di rumah. Rafli menghela napas, ia mengikuti langkah istrinya menuju kamar. "Aku kan berusaha menghargai undangan bosku, beliau langsung yang minta aku datang sama kamu, masak aku datang sendirian kan nggak enak, lagian gak ada alasan buat kamu nggak hadir." "Iya sih, tapi kan bisa bilang aku kurang sehat karena kenyataannya aku juga masih merasa lemas." "Tetep nggak enak Dik, sungkan aku, udahlah nggak usah dibahas lagi, selanjutnya emang lebih baik kamu nggak datang kalo ada acara kantor aku nggak suka kalo istriku diliatin terus sama laki-laki lain, dia loh liatin kamu penuh napsu, liat ke arah ini aja." Rafl

