38

1034 Kata

Suasana terasa agak kaku saat Kemuning mengenalkan siapa saja yang ada di sana, lebih-lebih saat Nuning mengenalkan Rafli dan Silvi  pada Restu dan mamanya. Mama Restu menatap Silvi dengan tatapan tak percaya, ia amati dari atas sampai ke bawah. "Silvi kan? Ah ternyata sudah menikah ya?" Suara kaku Herdiana, mama Restu, terdengar lirih. "Yah, kami sedang menanti buah hati." Suara bangga Rafli sambil memeluk bahu Silvi. Mama Restu menatap kaku wajah Silvi, bagaimana mungkim wanita yang dulu terlihat tak sejajar dengan anaknya kini terlihat cantik dengan tampilan elegan. "Kau sudah bekerja?" tanya wanita yang kini terlihat ringkih, dalam ingatan Silvi terlintas wanita angkuh dengan wajah dingin tanpa senyum. "Iya, Ma, di butik milik kakak ipar." "Owh, makanya kau terlihat berbeda sekara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN