Rafli dan Silvi berusaha melakukan aktivitas secara normal, meski terus terang mereka terkadang merasa was-was, ada rasa tak tenang, takut tiba-tiba saja ada yang mencelakai mereka, karena tak mungkin mereka akan terus menerus meminta pengawalan. Meski tetap waspada akhirnya sekali lagi mereka memilih pasrah saja. Mereka tak berharap banyak bahwa Burhan akan segera kembali ke negeri ini, Burhan memiliki kekayaan yang memungkinkan dia mampu melakukan hal diluar nalar, sekaligus mencelakai mereka, tapi sekali lagi semua mereka pasrahkan pada Yang Maha Kuasa. "Bismillah saja Mas, kita aman, semoga saja laki-laki itu dan semua anak buahnya tidak di sini lagi." "Semoga saja, meski kayaknya tak mungkin, sudahlah kita berangkat saja, mulai hari ini kita lakukan semuanya sendiri, berdua, bismill

