Neta dan Gunawan bernapas lega saat dokter menyatakan Arin masih bisa diselamatkan, meski ia harus ditrasfusi dan diusahakan agar ada pendampingan dari psikolog. Arin bukan sakit secara fisik tapi batin dia yang tersakiti. Usia muda, cobaan berat dan lingkungan yang tidak mendukung membuat dirinya merasa tak berarti lagi. Neta langsung menghubungi Rafa, ia tidak mau basa-basi lagi ia ingin menanyakan apa dia sempat ngobrol dengan Arin, mengingat Rafa asal bicara dengan siapapun tanpa tahu kondisi lawan bicaranya. Ya Mbak Neta Kamu ngomong apa sama Arin saat aku suru antar buah? Apa ya? Lupa, nggak lama dan nggak banyak pokoknya Kok bisa loh lupa, aku bukannya nuduh, sebelum aku tinggal anak itu baik-baik saja bahkan sudah mau aku bujuk untuk berkuliah lagi, eh setelah ketemu kamu kok

