Malam mulai larut saat Silvi tak juga bisa memejamkan matanya. Entah mengapa pikirannya kembali pada pertengkarannya dengan Rafli hingga ia pingsan dan baru ketahuan jika ia sedang hamil. Tadi sore ia baru saja pulang, semuanya baik-baik saja juga kondisi janin yang ada di kandungannya. Usia yang masih rentan membuat ia harus berhati-hati. Tapi di dalam hatinya ia yakin jika janinnya cukup kuat. Selama ini ia hampir tak ada keluhan apapun, tak pernah ngidam yang aneh-aneh. Mungkin janinnya tahu jika ibunya tidak punya siapa-siapa, hanya suami dan saudara ipar yang ada di sisinya hingga ia tak bisa bermanja-manja seperti layaknya para ibu-ibu muda yang masih punya orang tua. Sebenarnya ia bisa saja bermanja-manja pada Rafli suaminya tapi Silvi merasa kasihan, Rafli juga sudah tak punya oran

