"Bener kan Raf, aku yakin itu kerjaan orang-orangnya Burhan untuk menakut-nakutimu." Rafli menggeleng tak mengerti. "Gini loh Mas, aku ini kan memang nggak salah to? Kok bisa aku yang terus diganggu." "Ck, gimana sih kamu ini kok telmi banget, sejak awal kan memang kamu sasaran tembaknya, kamu yang akan dikorbankan, lah ternyata ketahuan kan karena kerja kami, partnerku dan pihak yang berwajib bekerja keras membongkar siapa biang keroknya, dan Alhamdulillah juga anak buah Burhan yang kita amankan juga mau kerja sama, sudah selesai petualangan dia, jadi mereka kan sakit hati, pelampiasan kegagalan ya akhirnya balik ke kamu, makanya kamu mikir kalau mau main-main itu mbok ya jangan main nyawa." Abdi setengah menggebrak meja dan Rafli mengangguk-angguk. "Aku nggak main-main nyawa kok Mas

