"Loh Mbak Yuuu kok bisa sendiri kayak gini? Mana Restu? Kok cuman sama pembantu saja to?" Darwanti, Ibunda Lanang masuk ke rumah sepupunya diantar oleh suaminya, Sukoco. Mereka berdua melihat wanita tua ringkih yang kondisinya sudah lemah, berusaha bangun dan duduk di kasur yang terlihat rapi dan bersih. "Aku sakit Dik, wes macem-macem penyakitku, wes kontrol rutin ke dokter tapi ya namanya orang sepuh jadi kayak sulit sembuh." "Restu mana Mbak Yu Darmi?" Wanita tua itu mulai terisak, ia menghapus air matanya yang mengalir deras. "Restu sejak kemarin tidak di sini, dia ingin mencari kerja di tempat lain, tapi berjanji padaku akan selalu ke sini akhir tiap Minggu, lah ya piye maneh Dik, aku punya anak perempuan yang sudah nikah tapi sulit dapat ijin dari suaminya, mereka memang rutin m

