Arin membuka pintu dan melihat Rafa yang masih menunduk. Lalu mendongak saat ia melihat sandal rumah berbulu warna pink di depannya. "Cari Mbak Neta? Masih fitting baju sama Mas ku." "Cari kamu, ini kata adikku kamu suka bacaan ini?" Rafa memberikan beberapa buku pada Arin, Arin mengangguk dan meraih tiga buku dari tangan Rafa. "Aku boleh duduk di sini? Di teras ini?" "Iya lebih baik kita di sini." Keduanya duduk, lama tak ada obrolan hanya bunyi segel plastik buku sobek saat Arin mulai membuka dan melihat-lihat isi buku yang diberikan Rafa tadi. "Kamu sudah ke dokter kandungan?" Pertanyaan Rafa membuat Arin menoleh. "Males Mas." "Kenapa males? Kan biar kamu sama bayinya sehat." "Malu." "Kok?" "Pernah periksa sama Mbak Neta, tapi aku kayak paling muda, dan aku diliatin orang-o

