Api yang Disengaja

1058 Kata

Dentang notifikasi bertubi-tubi tidak lagi terdengar seperti gangguan. Ia terdengar seperti genderang perang. Layar ponsel Cassie dipenuhi tajuk berita, opini cepat, analisis dangkal yang ditulis terburu-buru. Wajahnya terpampang di beberapa portal ada foto lama dari acara amal, dipotong dan diberi judul seolah ia sudah divonis bersalah. Ia tidak berhenti berjalan. Langkahnya mantap melewati lobi yang kini terasa berbeda. Tatapan orang-orang tidak lagi sekadar penasaran. Ada yang ragu. Ada yang menilai. Ada yang menunggu ia runtuh. Cassie tidak memberi mereka kepuasan itu. “Reaksi pasar mulai bergerak,” ujar Bhava di ujung telepon, suaranya cepat tapi terkendali. “Saham turun dua persen dalam dua puluh menit terakhir.” “Biarkan,” jawab Cassie tenang. “Biarkan?” “Panik kecil itu per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN