Jessica yang sudah tiba di kamarnya langsung menutup pintu, tidak lupa pula ia menguncinya. Dirabanya bagian d**a, dan merasakan detakan jantung tidak menentu. Wanita itu merasa serba salah pada saat ini, kakinya secara otomatis bergerak cepat, lalu membawanya mondar-mandir tak jelas. Ia memikirkan banyak hal, tanpa ia tahu apa sesungguhnya yang diinginkan oleh hati dan pikirannya. Saat ini ... ingatan tentang Ansel pada saat berlibur bersama dengannya di Paris menyerang, kata demi kata cinta yang pria itu ucapkan juga terngiang-ngiang. Ah ... sial! Kenapa ia malah berpikir jika dirinya pantas mendapatkan hal seperti itu? Apa itu yang dinamakan terpesona dengan seorang pria? Jessica mendadak menghentikan langkahnya, ia memijat bagian kepalanya yang sama sekali tidak terasa pening.

