Brak ... Suara gebrakan meja terdengar begitu nyaring, beberapa barang yang ada di atasnya jatuh, bahkan ada juga yang pecah. Tidak hanya itu ... di bagian sudut dekat dengan pintu kamar, ada kepingan vas bunga keramik yang sudah hancur. “SIAL!” makian itu terdengar, membuat ruangan semakin berisik, dan terasa mencekam. Ya ... Misa sedang mengamuk, dan itu semua hanya karena tak bisa mengorek informasi apa pun dari editor Jessica. Ia sudah merasa rugi besar, berbuat baik kepada editor itu, tapi pada akhirnya tetap saja tak bisa mendapatkan yang diinginkan. “b*****h!” ucapan itu lagi dan lagi keluar dengan bebas dari bibirnya, membuat suasana semakin suram. Tok ... Tok ... Tok ... Wanita itu mengalihkan tatapannya ke arah pintu kamar. “Nona, saya mohon ... saya mohon tenanglah.” M

