Malam harinya pun tiba, Ansel dan Jessica sedang duduk di depan televisi di dalam kamar, dan menyaksikan beberapa acara yang ada di stasiun televisi swasta. Keduanya sambil menikmati camilan, ada juga cokelat panas yang menemani dengan setia. Jessica memfokuskan diri pada berita yang terjadi di negara tempatnya tinggal. Mulai dari laporan seputar perekonomian negara, sampai pada tindak kriminal yang masih sering terjadi. “Aku kira kau tak suka menyaksikan acara seperti ini,” ujar Ansel. Jessica melirik. “Anggap saja timbal balik aku tak pernah keluar dari apartemen. Apa kau tidak menyukai acara seperti ini?” Ansel menggeleng. “Aku tidak memilih acara apa yang akan aku lihat, jadi itu bukan masalah sama sekali.” Hanya anggukkan kepala yang Jessica berikan, ia tidak lagi berniat menangg

