Suasana masih begitu tenang, dan seorang wanita muda nan cantik juga betah berada pada posisi yang sama sejak tadi. Ia meletakkan bolpoin yang ada pada tangan kanannya, lalu menarik napas panjang karena merasa cukup lega. Jessica baru saja selesai dengan tulisan yang ia buat, ditatapnya kertas, kemudian membaca bait demi bait secara perlahan. Rasanya ... ia ingin menangis melihat tulisan itu, terkesan sangat tidak sesuai dengan dirinya, dan bagai jurang dalam yang membuatnya sangat ketakutan. Hah ... napasnya sesak, tak menyangka jika akan ada tulisan seperti itu dari dirinya sendiri. Ia sampai mengamati wajah pada cermin, memeriksa dengan jelas apa dirinya sudah berubah menjadi orang lain atau pun tidak. “Tulisan macam apa ini? Menjijikkan sekali,” gumam wanita itu sambil terus menatap

