Keputusan yang diambil oleh Jessica sudah sangat bulat, pada saat ini ia masih berada di dalam kamar mandi, dan bersandar pada dinding dengan wajah datar. Ia sejak tadi memang memikirkan hal seperti apa yang harus dilakukan, hingga dirinya juga tak sadar sudah meninggalkan Ansel di luar sana dalam waktu yang lama. Tidak ingin merenung lagi, Jessica lantas memutuskan untuk keluar dari kamar mandi. Kakinya dengan cepat menuju ke arah pintu, lalu tangannya juga tanpa ragu membuka pintu tersebut. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah Ansel yang berdiri di depan kamar mandi. Wanita itu kemudian berkata, “Apa yang kau lakukan di sini?” Ansel menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal. “Aku hanya khawatir, kau begitu lama di dalam sana. Apa kau sakit? Jika ia, aku akan memanggilkan d

