Willy beradu tatap dengan lelaki yang baru dijumpainya itu, keduanya seakan saling berbicara melalui sorotan mata. "Jadi bagaimana? Apa kalian sudah berhasil?" Tanya lelaki yang berbalut jas putih, membuat Willy tersentak seketika dan mengalihkan pandangannya. "Ah, i-iya. Semuanya sudah ada di sini," ucap Willy sembari menyerahkan sebuah map yang dibawanya. "Terima kasih banyak! Pembayarannya akan segera aku selesaikan," kata lelaki itu. "Sudah tidak ada lagi 'kan? Kalau begitu, aku permisi!" Pamit Willy yang segera melangkahkan kakinya menjauh dari sana, tentunya dengan Dilla yang mengekor di belakangnya. Langkah Willy lebih cepat dari sebelumnya, ia benar-benar ingin segera pergi dari sana. Willy mengembuskan napasnya berat bersamaan dengan dirinya yang baru saja mendarat di kursi p

