"Apa?! Apa kau yakin?" Pekik Willy. "Sebenarnya gelagatnya juga sangat aneh sejak baru pertama datang, kalau begitu sebaiknya aku tanyakan dulu kepada Tony langsung agar tak terjadi kesalahpahaman." Tambahnya, kemudian panggilan suara tersebut segera ditutup secara sepihak oleh Daniel di seberang sana. Namun, begitu Willy kembali masuk ke ruangannya. Tony sudah bersiap untuk pergi lagi, padahal beberapa menit lalu lelaki iti baru saja menginjakkan kaki di sini. "Kau mau kemana?" Tanya Willy. "Ada urusan!" Sahut Tony sembari melengos dan bergegas keluar dari ruangan. Saking terburunya, hiasan berbentuk lambang pentagram yang menggantung pada ranselnya itu pun terjatuh, sementara Tony tak menyadarinya. Lantas, Willy segera melangkahkan kaki dan perlahan jemarinya mulai meraih gantungan r

