"Mau sampai kapan?" Tanya seorang lelaki yang fokusnya terpaku pada laptop dan jemarinya sibuk menari mencipta kata demi kata. "Sebentar lagi, aku masih membutuhkan dia," jawab seseroang yang berada di belakangnya. . . . . . "Ini aneh!" Seru Daniel yang baru saja memasuki kediamannya dan menuangkan segelas mineral. "Apanya yang aneh? Datang-datang langsung bilang aneh," protes Ben yang nampak sedang memeriksa berkas. Daniel menenggak segelas mineral itu tanpa jeda, setelahnya ia meletakkan gelas kosong tersebut ke atas meja makan dengan cukup kencang. "Aku bertemu Tony," kata Daniel. "Di mana letak keanehannya?" Tanya Ben, fokusnya masih kepada lembaran kertas yang dijajarkannya di atas meja itu. "Mentari belum terbit, tapi dia sudah berada di sekitaran sini. Dan kau tahu? Aku

