Pemuda itu tengah menikmati minuman beralkoholnya di dalam botol, memegangnya tinggi dengan berusaha menikmati pesta yang minim cahaya itu. Beberapa gadis terlihat meliuk-liukan badannya tanpa menyadari kalau sedari tadi tatapan buas laki-laki mengikuti mereka seakan sudah ingin menerkam mangsa. Sosok yang memiliki tattoo pada belakang lehernya itu—Nicholas—mendudukan diri pada sofa dengan menaruh botol minumannnya. Seseorang menghampirinya membuat Nicholas mengangkat wajah pelan. “Nic, aku kira kau akan mati di pulau asing itu bersama teman-teman dekat kau,” ujar pemuda di depannya sudah mabuk. “Tidak ada yang akan bisa membunuh aku, jadi tidak usah mengatakan sesuatu hal yang tidak berguna.” Balas Nicholas dingin, membuang muka ke samping dengan kembali meneguk mi
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


