Alasan Sebenarnya

1263 Kata

                   Christ merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan posisi tidur telentang. Pemuda berahang kokoh itu menatap lurus langit-langit kamar dengan berulangkali menghela napas kasar. Tangannya bergerak kecil, meraih bantal di belakang kemudian menidurkan kepalanya di sana. Ia mencoba memejamkan matanya pelan, berusaha mengenyahkan semua pikirannya yang menganggu sejak tadi pagi. Saat terbangun dari tidur, ia masih bisa mencium bau darah yang beberapa hari terakhir ia selalu rasakan saat di pulau yang mereka sebut sebagai pulau predator itu.  Ketukan di luar pintu kamarnya membuat Christ menoleh kaget, terpaksa beranjak duduk. Lalu melangkah pelan mendekati pintu, membukanya lebar membuat seorang perempuan berdiri di depannya kini. “Ada temanmu yang datang,” Christ mengangguk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN