Bayangan Mematikan

1799 Kata

                         Daniel mengerjapkan matanya sayu kemudian mengedarkan pandangannya ke sekitar, pemuda jangkung itu terkejut melihat ruangan di depannya yang pengap tanpa jendela dan juga celah untuk udara masuk. Di depannya ada sebuah cermin besar yang panjangnya seukuran dirinya. Ia melangkah mendekat, memandangi pantulan dirinya yang kini bergerak sama persis dengan apa yang ia lakukan. Daniel pun menurunkan tangan, namun anehnya bayangan di cerminnya masih menjulurkan tangan sampai membuat Daniel terlangkah mundur dengan mata membulat sempurna. “Daniel,” sapa sosok di depannya yang kini tersenyum lalu menurunkan tangan. “Kau … siapa?” Tanya Daniel takut dengan perlahan melangkah mundur, “aku adalah kau.” Balas sosok itu tersenyum menyeramkan. Kemudian bergerak pelan dan d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN