Pertemuan yang Tidak Terduga

2170 Kata

                               Nicholas menghentikan langkah saat ia sampai di sebuah semak-semak lebat yang berbentuk terowongan. Pemuda itu berdiri lama di sana memperhatikan sembari mendecak samar karena darah pada lengannya yang tidak kunjung berhenti keluar. Hujan kembali turun dengan deras disertasi suara petir yang sesekali menyambar langit. Nathan di belakang yang mengekorinya sedari tadi hanya sesekali meneguk ludah samar merasa ada yang mengganjal di tempat mereka berdua berada kini. “Nic, sebaiknya kita pergi saja dari sini. Perasaan aku rada tidak enak, apalagi di dalam sana kelihatan lebih gelap dibanding di luar.” Nathan berusaha membujuk Nicholas yang mengacuhkan saja omongan sang teman. Lebih mengutamakan rasa penasarannya, ingin segera melihat tempat seperti apa yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN