Part 10

1702 Kata

Ardhan celingukan di dalam kubikel ruang kerja Rani. Matanya menyapu ke seluruh kubikel mencari keberadaan perempuan itu. Ardhan tidak bermaksud menyinggung Rani, dia hanya ingin membantu perempuan itu. "Ada Rani? Rani?!" tanya Ardhan membuat orang-orang yang berada dalam kubikel langsung menoleh dan menggeleng tidak tahu. Lalu mereka saling pandang, mengangkat bahunya tidak mengerti dengan bosnya itu yang terlihat panik dan cemas. "Nggak ada yang lihat Maharani?!" tanya Ardhan lagi, suaranya naik satu oktaf. "Nggak, Pak. Tadi Rani izinnya mau ke ruangan Bapak, tapi sekarang belum kembali lagi." jawab Juno yang berada di dekat Ardhan ketika rekan-rekannya yang lain memilih untuk diam saja karena takut. Ardhan mengusap wajahnya gusar. Dia berbalik dan mendapati Nino sudah berdiri di bela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN