"Salam kenal, Bu Darra. Saya Sintya, bisa panggil saya Tya," ucap Sintya ramah, saat kedatangannya bersama Arinta, sudah di sambut dengan senyum hangat wanita di hadapannya. "Iya, Tya. Salam kenal juga. Mari, silahkan duduk," ajak Darra, untuk duduk di sebuah kursi rotan yang melingkari meja bulat di tengahnya. "Terima kasih, Bu Darra. Ini, Mas Arinta. Biasa di panggil Ari, tunangan saya," ujar Sintya memperkenalkan Arinta pada Darra. Arinta dan Darra saling berjabat tangan, sebagai tanda perkenalan. Lalu ketiganya duduk, bersamaan dengan Ibu Lili yang baru datang, membawa tiga gelas minuman dingin, serta beberapa piring makanan pendampingnya. Menunggu Ibu Lili selesai meletakkan semuanya diatas meja, tak ada satupun yang memulai perbincangan. "Silahkan Nyonya, Mba, Mas," ucap Ibu Lili

