Seharian penuh di sekolah, Galuh merasa Beby menghindar dan enggan dekat dengannya acap kali dirinya hendak memulai obrolan. Cewek itu seperti menjaga jarak dengan selalu mengabaikan keberadaan Galuh. “Bi, entar malam anak-anak mau nongkrong di kafe biasa. Lo ikut?” gadis yang sedang menulis disebelahnya itu bergeleng. “Sorry, gue ada urusan.” jawabnya tanpa repot-repot menatap Galuh. Dan yang paling aneh gadis itu bahkan langsung menghilang di tiap jam istirahat berbunyi. Enggan berkumpul bersama Galuh dan lainnya. Galuh menghela napas pasrah melihat punggung Beby yang meninggalkan kelas. “Kak Beby!” merasa namanya dipanggil Beby yang sedang berjalan beriringan dengan Vino menuju ke parkiran berhenti lalu membalikkan badan. Dia tidak kenal gadis itu. Tapi dilihat dari penampilan, seper

