Masih dalam suasana hati gundah akan kondisi Ratu, Beby tetap memaksakan diri pergi ke sekolah. Walaupun percuma saja, karena semua yang dijelaskan guru hari ini tidak sama sekali masuk. Ayolah, siapa anak yang tidak sedih ketika ibunya dikabarkan koma dan hingga kini belum sadarkan diri meski berhasil melewati masa kritisnya. Secuek-cueknya Beby, se-masa bodohnya sikapnya selama ini, jauh didalam lubuk hatinya, Beby tetap menyayangi Ratu layaknya putri yang sayang pada wanita yang melahirkannya. Kemurungan terus menyertai wajah cantiknya disepanjang kegiatan di sekolah. Selalu diam saat di kelas, ketika makan di kantin dan bahkan menolak saat Vino maupun teman-temannya mengajaknya. Beby hanya ingin sendiri. Gadis itu sedang tak mau banyak bicara. Satu keinginan Beby. Bel pulang berb

