BAB 79

3143 Kata

Esok paginya, Sarah tersadar di gubuk darurat yang langsung didirikan oleh Lumfa usai Phoenix berhasil dikalahkan. Di sampingnya, duduk Aelin menemaninya sehingga gadis kecil itulah hal pertama yang Sarah lihat. Sinar mentari yang menyusup dari atap gubuk membuatnya teringat insiden kemarin. Lalu, rasa penyesalan menggerogoti dirinya tanpa ampun. Lagi-lagi, dia memakan korban dan mengacaukan semuanya. Namun, di sisi lain, dia bernapas lega karena akhirnya Phoenix sirna dari dirinya. Jadi, dia mengucapkan kata pertamanya. “Terima kasih, Nona Kecil.” “Kau sudah sadar, Sarah?” “Lagi-lagi, aku membunuh orang yang kusayangi,” sesal Sarah, tidak menyahut suara Aelin, “dengan kedua tangan ini…, hei, Nona Kecil….” Aelin tidak menyahut. “… maukah kau mendengarkanku?” “Sebaiknya, kau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN