“Pesta?” tanya Aelin lugu. “Ya! Berkatmu, pesanannya jadi lancar!” jawab Reirus bersemangat. Aelin yang duduk di kursi kulit, masih di rumah bengkel Ingot Flux, mengerjap sungkan. “Tapi, tidak perlu mengadakan pesta juga tidak masalah.” “Sudahlah! Akan ada banyak nona-nona Elf yang cantik!” desak Rufar berusaha membujuk si gadis penuh kejutan itu. Daun telinga Aelin langsung menegak, terkesiap. “Elf?!” Arlum maju, berdiri di sisi kanan Rufar, mengompori bujukan kakaknya. “Ya, benar! Tempat itu bernama Twilight, banyak Elf muda cantik-cantik menjadi pelayan di sana! Kuasumsikan, kau belum pernah bertemu ras Elf, bukan?” Lumfa berdiri di sisi kanan Arlum, menambah bujukan hanya dengan menganggukan kepala secara antusias. Akhirnya, binar mulai menghiasi mata Aelin dan itu tertangk

