43.

2178 Kata

Malam semakin larut namun Ara masih saja setia menunggu kepulangan Alex, walaupun jam sudah menunjukan pukul sebelas malam, tapi matanya masih belum merasakan kantuk karena yang ada hanya rasa rindu pada pria yang sudah dua hari ini pergi jauh dari sisinya. "Dia jadi pulang gak sih? Heran deh, dia tuh suka banget bikin orang khawatir..." gumamnya sembari berdiri dari sofa yang sudah hampir ia duduki sepanjang sore. Berbarengan dengan itu, suara bel rumah pun berbunyi. Ting... tong... "Itu Alex bukan yah?" Pikirnya mempertimbangkan, karena Ara takut itu adalah orang jahat. Dengan perlahan Ara pun berjalan ke arah jendela untuk memastikanya terlebih dahulu. "Loh, itukan Dina sama Merin..." gumamnya yang kemudian berjalan untuk membukakan pintu. Ceklek... "Non Ara? Kenapa Non Ara yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN