Mendengar kalimat yang istrinya itu lontarkan, membuat Alex berbalik dan mensejajarkan tubuhnya dengan Ara yang masih terduduk lemah diatas lantai, tangisanya semakin terdengar jelas di indera pendengaran Alex yang memang masih normal untuk mendengar sebuah tangisan yang sangat memilukan tepat dihadapanya. Tanganya terulur menyingkirkan helaian rambut yang menghalangi wajah cantik Ara yang kini dialiri oleh air mata, diselipkanya rambut tersebut kebelakang telinga Ara dengan perlahan. Diusapnya air mata yang mengaliri pipi sang istri dengan perlahan. Ditatapnya lekat manik mata Ara yang masih berlinang air mata. "Apa kamu yakin dengan apa yang udah kamu ucapin?" Mendengar pertanyaan itu, Ara hanya bisa menundukan kepalanya, ia tidak menyangka jika Alex akan menanyakan keyakinanya akan

