34.

1409 Kata

Waktu begitu cepat berlalu namun keadaan masih tetap sama. Ara masih belum mengandung juga, tetapi itu semua tidak menjadi tolak ukur kasih sayang dan cinta diantara keduanya. "Papah ayo sarapan dulu!" ajak Ara pada Ayah mertuanya yang baru saja sampai setelah beberapa lama tak pernah berkunjung. "Sayang tolong ambilin minum dong!" pinta Alex dan dengan senang hati Ara pun mengambilkanya. Setelahnya Ara beralih pada Ayah mertuanya, "Papah mau sarapan apa? maaf tadi Ara cuma minta masak ini doang." ucapnya membuat sang Ayah mertua tersenyum dengan sebuah anggukan kepala. "Gak pa-pa, Papah makan ini aja." sahut Ferry pada menantu manisnya itu. Hening. Tak ada suara satupun karena masing-masing terfokus pada sarapan dan pikiran yang jelas berbeda-beda kesibukan. "Alex, Papah tunggu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN