Bukan Akhir Tapi Awal

237 Kata

            Gadis memeluk kembali tubuh mamanya saat sampai di bandara, air matanya tak mampu terbendung lagi saat ini. Hari ini Gadis harus berangkat menuju Inggris, negara tempat ia akan menuntut ilmu. Tiket pesawat sudah dipersiapkan dari sana, Gadis hanya membawa pakaian secukupnya dan dirinya sendiri.             “Jaga kesehatan ya Ma” pesan Gadis mengecup pipi mama. “Gadis akan sering menelpon, jadi jangan lupa untuk mengecas ponsel ya” Mama mengangguk mengerti.             “Gadis, jaga dirimu ya” ucap Langit memeluk tubuh Gadis. “Saat kamu kembali, aku telah menjadi seorang jurnalis handal” ujarnya percaya diri. Gadis membalas pelukannya, ia merasa begitu berat harus meninggalkan sahabat dari masa kecilnya ini.             Adera menarik tubuh Langit, ia menyerobot untuk memeluk G

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN