23

1679 Kata

Bab 23 "Bian...Bi...Bian!" Corry mengetuk kamar Arsjad sambil memanggil nama lelaki itu. Namun, tidak ada jawaban dari dalam. Corry memutar gagang pintu yang ternyata tidak terkunci. Corry membuka lebar pintu kamar Arsjad. Eh? Tapi, tidak ada siapa - siapa. Saat berpikir kemana lelaki itu pergi, tatapan Corry tertuju pada tas dan amplop cokelat yang ditaruh sembarangan di atas tempat tidur. Apaan nih? Corry yang penasaran dengan isi amplop tersebut bertanya-tanya. Ia membolak-balik amplop cokelat tersebut dengan enggan. Namun, rasa penasaran mengalahkan semuanya, dengan hati-hati Corry membuka amplop tersebut. Wajah cantiknya membeku seketika. "Marsha sama Bian? Mereka...?" Setiap kali membaca setiap kalimat dalam surat pernyataan yang ia keluarkan dari dalam amplop tersebut, wajah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN