Pernikahan itu berlangsung hari Minggu di halaman rumah Nazar seminggu kemudian. Burhan menyerahkan putri bungsunya untuk yang kedua kalinya, kali ini kepada pria yang benar. "Papa kok udah rapi banget, sih? Masih lama acaranya, dua jam lagi. Entar bajunya kusut lho." Menepuk debu dari pakaiannya, Burhan melihat Marsha. Ada sedikit perasaan bersalah pada anak bungsunya, mengingat karena dirinyalah, Marsha yang harusnya sudah lama bahagia, malah harus mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan. "Kali ini papa mau melakukannya dengan benar, Ca." Marsha menemukan setitik penyesalan pada mata ayahnya. Tanpa ragu atau cemas gaunnya kusut, dia masuk ke dalam pelukan pria, yang katanya menjadi cinta pertama setiap anak perempuannya. "Papa sudah melakukan hal yang benar. Coba kalau pa
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


