18

1441 Kata

Melati Tanpa Wangi 18 Dalam satu ruangan, aku mengawasi dua pria yang sama-sama sedang sakit. Anak dan ayah. Satu berbaring diam di atas ranjang dengan berbagai alat kesehatan di sekitarnya, yang satunya di sofa. Sama-sama tidak merepotkan, ayah Simon hanya tidur, tak pernah membuka mata untuk memberiku perintah, hanya detak jantungnya yang terdengar seirama melalui minitor detak jantung. Demikian pula dengan Simon, pria itu pun hanya tiduran, sesekali bergerak gelisah sembari mengerang tak nyaman. Ia juga sama tidak memberiku perintah apa-apa. Kedua tungkainya yang panjang tak cukup untuk membuatnya tidur nyaman, ia tidur menyamping dengan posisi kedua kaki ditekuk ke perut, satu tangannya ia gunakan sebagai bantal. Sekilas, pria itu tidak tampak seperti seorang pria yang tengah sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN