22

1511 Kata

Melati Tanpa Wangi 22 Resah, aku memikirkan akan datangnya masalah. Bukan hanya sepanjang perjalanan, hingga tiba di kediaman ayah Simon pun aku lebih banyak menghabiskan waktu untuk diam. Ragaku di sini, tetapi pikiranku melayang jauh ke kontrakan sempit yang ditempati suamiku. Ia baru saja mendiamkanku dua minggu lamanya atas sebab yang bukan kesalahanku, entah jenis kemarahan seperti apa yang akan kudapat kali ini dari Kang Handi. Pria dengan keputusasaan yang menggelayutinya sungguh sangat sensitif, enggan berpikir jernih, dan sangat mudah tersulut emosi. Cemburu akan selalu menjadi masalah yang cukup memusingkanku. Kecemburuan Kang Handi akan senyuman yang kuberikan pada tetangga kontrakan pun berhasil membuatnya begitu marah, puluhan kali aku harus menjelaskan tujuanku sekedar u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN