Resepsi pernikahan diadakan di sebuah hotel berbintang lima. Suara musik membuat para tamu undangan berdansa dengan riang. Tidak luput Kanaya dan Max juga ikut bergabung. Max memeluk pinggang Kanaya sementara gadis itu meletakkan tangannya di pundak sang suami. Gerakan mereka cukup cepat mengikuti alunan musik. Gaun Kanaya yang kedua memudahkan gadis itu bergerak lincah. Gaun merah yang mengekspose kaki jenjangnya menempel ketat di tubuh gadis itu. Max tentu tidak suka dengan pakaian yang Kanaya kenakan karena pakaian itu membentuk lekuk tubuh sang istri, tapi Santi berhasil mempengaruhi Kanaya sehingga Max harus mengalah. “Kamu harus bertanggung jawab,” bisik Max di samping telinga Kanaya. Rambut panjang hitam milik gadis itu kini dibuat bergelombang di bagian ujung. Kanaya benar-be

