Acara lamaran berjalan dengan lancar. Kanaya mengenakan kebaya putih duduk di samping ibunya. Para orang tua sedang berdiskusi tentang hari pernikahan mereka. Sesekali Kanaya menatap Max yang sedang serius membahas masalah pernikahan. Setelah sepakat mengadakan acara pernikahan bulan depan Kanaya membawa Max ke halaman belakang. Mereka duduk di kursi panjang menghadap kolam renang. Kanaya terlihat malu-malu melirik Max yang sangat tampan dengan setelan jas hitamnya. “Kamu…,” ujar mereka kompak. Max dan Kanaya saling melempar senyum. “Kamu duluan yang bicara,” kata Max memberikan Kanaya bicara pertama. “Tidak, kamu saja dulu. Kapan lagi aku mau mengalah.” Max menatap Kanaya membuat gadis itu salah tingkah. “Kamu sangat cantik hari ini,” kata Max. “Kamu juga tampan,” balas Kanaya.

