Setelah menjadi detective dadakan beberapa menit lalu kini Max hanya bisa mundar-mandir di depan meja kerjanya. Melihat kedekatan Kanaya dan seorang pria membuat hatinya jadi gerah. Baru kemarin Kanaya datang padanya lalu menangis karena Max menolak cinta gadis itu. Namun, sekarang Kanaya bisa dengan leluasa pergi bersama pria lain. Bel apartemen Max berbunyi membuat ia enggan beranjak dari tempatnya. Max ingin sendiri dan tidak ada yang mengganggu. Setelah lama berdiri Max kemudian duduk di kursi kerja memejamkan matanya sejenak. Tidak disangka kalau pintu ruang kerjanya dibuka kasar oleh seseorang. Max segera bangkit melihat orang yang kini berdiri di ambang pintu. “Angela,” ucap Max ketika melihat wanita cantik berdiri di depan pintu. Gadis itu terlihat kesal pada kakanya dan tanpa

