“Bagaimana kabar dua pacar lo yang cantik itu?” tanya Kanaya tiba-tiba. Max yang mendengar pertanyaan Kanaya tersenyum tipis. Entah kenapa ia ingin melihat Kanaya cemburu. Itu akan mengasyikkan. “Kabar mereka baik. Bahkan sering berkunjung,” bohongnya. Kanaya meremas kuat ponselnya. Tatapan gadis itu menajam, melirik Max melalui ekor mata. Perselisihan jelas terlihat dari keduanya. Max ingin sekali bertanya tentang pria yang bersama Kanaya tadi pagi, tapi ia mengurungkan niatnya. Kanaya bisa tahu kalau ia mengikuti mereka jalan-jalan. “Gue mau makan.” Kanaya berdiri lalu pergi ke dapur meninggalkan Max sendiri. Seperti dugaan Kanaya kalau Max memang tidak mencintainya. Pria itu terlalu jauh untuk digapai, Kanaya semakin sadar kalau Max hanya tertarik pada wanita cantik dan seksi.

