“Gue senang banget lo bisa ingat semuanya. Gue benar-benar takut lo akan lupain gue,” ujar Santi membuat Kanaya tersentuh. “Sekarang gue sudah ingat semuanya, San. Gue senang nggak kehilangan Max saat lupa ingatan,” ujar Kanaya. Santi menggeser duduknya lebih dekat lalu memeluk Kanaya dari samping. “Lo beruntung Max juga cinta sama lo, kalau nggak mungkin dia sudah pergi sama yang lain.” Ujaran Santi membuat Kanaya takut, ia merasa beruntung telah didekatkan dengan orang-orang yang sayang padanya. “Kalian ngapain peluk-pelukan?” Suara Daniel membuat keduanya menoleh. Santi menatap suaminya yang baru pulang kerja. Ia segera menghampiri membuat Daniel merentangkan tangan bermaksud menyambut pelukan sang istri. Namun, Santi hanya mengambil makanan yang ia bawa. “Nggak ada pelukan b

