Stefan membuka pintu kamarnya sepelan mungkin. Dilihatnya sang istri sedang membaca majalah di atas tempat tidur. Semenjak tahu Silvi mengandung sikap Stefan berubah drastis. Ia menjadi lebih penyabar, penurut dan perhatian. Hal yang jarang Silvi dapatkan dari suaminya ketika mereka pacaran dulu. Stefan selalu menomor duakan dirinya dan lebih mementingkan Kanaya. “Sayang, minum susunya dulu,” kata Stefan seraya memberikan segelas s**u pada istrinya. Silvi menutup majalah di tangannya lalu meletakkan di meja sebelum menerima segelas s**u dari suaminya. “Kamu baik banget,” kata Silvi dengan senyum mengembang. Stefan meraba perut si istri lalu menciumnya. “Demi kalian berdua apa saja akan aku lakukan.” Silvi meletakkan tangannya di atas tangan Stefan yang berada di perutnya. Sembilan bu

