Bab 26. Sambutan Baik

1053 Kata

Sementara itu, Bagas selesai memberesi rumah. Dia menghempaskan tubuh di sofa. Badannya penuh dengan keringat. Rumah seukuran tiga ratus meter itu, dia bersihkan sejak pagi tadi dan baru selesai sore hari. "Udah selesai?" tanya Tantri tanpa menatap ke arah Bagas, hanya melirik anak lelakinya yang sekarang sedang kipas-kipas duduk di sofa. Bagas melengos. Wajahnya tampak letih sekali. "Itulah yang dilakukan Anita setiap hari, Gas. Kamu? Bantuin secuil aja nggak, kan? Setiap hari yang kamu tau cuma baju udah bersih setrikaan tinggal pake, makanan juga tinggal makan, kursi rumah diduduki pun, nggak risih karena debu udah dibersihin sama Anita. Malah, masih kamu tambah disuruh-suruh. Mana kamu nggak bantuin momong Cia, lagi?" celoteh Tantri. Bagas berdecak kesal dengan apa yang dikata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN